Tekanan Udara

Pengertian Tekanan Udara, Rumus, Satuan, Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara Dan Contoh Soal Terlengkap

Posted on

Pengertian Tekanan Udara, Rumus, Satuan, Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara Dan Contoh Soal Terlengkap – Kali ini kita akan membahasa tentang tekanan udara, mulai dari pengertian tekanan udara, rumus dan satuan tekanan udara atau tekanan atmosfer, faktor yang mempenngaruhi tekanan udara beserta dengan contoh soal.

Pengertian Tekanan Udara

Tekanan udara adalah yang bekerja yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Satuan tekanan udara dinyatakan dalam milibar (mb). Tekanan udara diukur dengan menggunakan barometer.

Satuan Tekanan Udara:
1 atm = 76.0 cm hg = 29.92 inches hg = 1.013.2 m bar.

Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu, yang berarti tempat dan waktu yang berbeda, memiliki besar tekanan udara yang berbeda pula. ada 2 jenis tekanan udara yaitu tekanan udara vertikal dan tekanan udara horizontal.

Tekanan udara vertikal adalah tekanan udara yang semakin ke atas semakin turun, hal tersebut dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Komposisi gas penyusun yang makin ke atas semakin berkurang.
  • Sifat udara dapat dimampatkan, kekuatan gravitasi makin ke atas makin lemah.
  • Adanya variasi suhu secara vertikal diatas troposfer >32 KM sehingga makin tinggi makin tinggi tempat suhu makin naik.

Tekanan udara horizontal adalah tekanan udara yang dipengaruhi oleh suhu udara, daerah yang bersuhu udara tinggi akan bertekanan rendah dan daerah yang bersuhu udara rendah akan memiliki tekanan yang tinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh:

  • Lintang tempat
  • Persebaran daratan dan lautan
  • Pergeseran posisi matahari tahunan.

Mengapa seorang pendaki gunung saat mendaki pada ketinggian tertentu dapat mengalami kekurangan oksigen? Hal tersebut karena semakin tinggi suatu tempat, kerapatan atau massa jenis udara semakin kecil, sehingga jumlah oksigen dalam udara akan semakin sedikit.

Misalnya tekanan udara daerah A lebih besar daripada tekanan udara daerah B, hal tersebut karena letak A terhadap permukaan atmosfer (daerah D) lebih jauh jika dibandingkan dengan daerah B. Jadi, semakin ke atas, makan tekanan udara akan semakin kecil.

Setiap kenaikan 100 m, maka tekanan udara akan berkurang 1 cmHg. Bilangan ini disebut dengan gradien barometrik yaitu bilangan yang menyatakan penurunan dari tekanan udara tiap kenaikan 100 m. Dengan gradien barometrik, tinggi suatu tempat terhadap permukaan laut bisa ditentukan.

Tekanan udara mula-mula diukur oleh Torricelli (1608 – 1647) dengan menggunakan pipa kaca panjang dan salah satu ujungnya tertutup. Pipa tersebut disebut dengan pipa Torricelli. Pipa tadi kemudian diisi raksa hingga penuh. Ujung terbuka pipa ditutup dengan jari, dibalik lalu dicelupkan ke dalam bejana berisi raksa, kemudian jari dilepaskan.

Ternyata, permukaan raksa dalam pipa tersebut turun sedikit sehingga di atas raksa dalam pipa terdapat ruang hampa yang disebut dengan ruang hampa Torricelli. Raksa dalam pipa tersebut tidak turun seluruhnya karena udara luar menekan permukaan raksa dalam bejana.

Menurut hukum utama hidrostatika, tekanan udara di atas permukaan raksa dalam bejana sama dengan tekanan raksa dalam pipa. Jadi, tekanan udara = tekanan raksa dalam pipa setinggi h = h cmHg.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan udara disuatu tempat berbeda, diantaranya:

1. Tinggi rendahnya tempat
Semakin tinggi suatu tempat, lapisan udaranya akan semakin tipis dan semakin renggang sehingga tekanan udaranya semakin rendah. Tekanan udara disuatu tempat umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari, daerah yang mendapatkan sedikit sinar matahari maka memiliki tekana udara rendah dan daerah yang mendapat sedikit sinar matahari maka memiliki tekanan udara yang tinggi.

2. Temperatur
Apabila temperatur udara tinggi maka volume molekul udara berkembang sehingga tekanan udara menjadi rendah, sebaliknya apabila temperatur udara rendah maka teklanana udara menjadi tinggi.

3. Sebaran lautan dan daratan
Pengaruh sebaran daratan dan lautan sangatlah jelas pada lintang pertengahan. Pada musim dingin benua relatif lebih dingin dan membentuk tendensi membentuk pusat-pusat tekanan tinggi.

Alat Pengukur Tekanan Udara

Barometer yang sering digunakan untuk mengukur tekana udara ada 2 macam, yaitu barometer raksa dan barometer logam (aneroid). Barometer yang dilengkapi dengan alat untuk menentukan ketinggian suatu tempat disebut altimeter.

Rumus dan Satuan Tekanan Udara

Percobaan di atas permukaan laut menghasilkan nilai h = 76 cm. Tekanan udara di atas permukaan laut disebut satu atmosfer.
1 atm = 76 cmHg

Karena massa jenis raksa = 13,6 g/cm3 = 13.600 kg/m3 maka:
1 atm = 0,76 m × 13.600 kg/m3 × 9,8 m/s2
= 101.292,8 N/m2 = 101.300 N/m2 (pembulatan)
= 101.300 Pa
1 Pa = 1 N/m2

Untuk tekanan udara yang besar digunakan satuan bar.
1 Bar = 105 Pa = 105 N/m2
Jadi, 1 atm = 1,013 bar = 1.013 mbar (milibar).

Contoh Soal Tekanan Udara

1. Seorang pendaki mendaki sebuah gunung hingga puncak. Apabila sikap barometer raksa di puncak tersebut 60 cmHg, berapa ketinggian gunung yang didaki tersebut?

Cara Penyelesaian:

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Tekanan Udara, Rumus, Satuan, Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara Dan Contoh Soal Terlengkap Semoga bermanfaat