49

Pengertian, Perbedaan, Rumus Dan Contoh Kelajuan Dan Kecepatan

Posted on

Di kelas 1 SMP Anda telah dapat menentukan kelajuan sebuah benda yang sedang bergerak lurus, yaitu sama dengan jarak yang ditempuh dibagi waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Misalnya, jika sebuah mobil menempuh jarak 1000 meter dalam waktu 50 sekon, maka kelajuan mobil v = 1000 m/50 s = 20 m/s.

Perhatikan gambar di bawah yang menunjukkan posisi anak yang sedang berlari pada setiap interval waktu tertentu.

49

Misalnya pada posisi pertama,kedudukan anak berada di 0 m, kemudian pada sekon 1 kedudukan anak berada di 1 m, sekon 2 berada di 2 m, sekon 3 berada di 3 m, dan seterusnya. Di sini terjadi baik perubahan kedudukan maupun perubahan waktu, yang dinyatakan sebagai kelajuan. Kelajuan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan jarak terhadap perubahan waktu. Sedangkan, kecepatan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan kedudukan benda terhadap waktu. Hampir sama dengan jarak dan perpindahan yang merupakan besaran skalar (jarak) dan vektor (perpindahan), kelajuan dan kecepatan juga merupakan besaran skalar (kelajuan) dan vektor (kecepatan).

Karena kelajuan merupakan besaran skalar, maka untuk menghitungnya kita tidak perlu tahu arah gerak benda tersebut; yang penting adalah jarak yang ditempuh benda selama waktu tertentu. Rumus yang digunakan untuk menghitung kelajuan adalah

49a


Berbeda dengan kelajuan, kecepatan merupakan besaran vektor sehingga untuk menghitungnya kita harus mengetahui arah gerak benda tersebut, yang dalam hal ini adalah perpindahan benda tersebut dalam waktu tertentu. Oleh karena itu, persamaan yang digunakan untuk menghitung kecepatan adalah

49b

Perlu diingat bahwa kecepatan merupakan besaran vektor, sehingga sebenamya di dalam masyarakat kita sering terjadi salah pengertian, di mana orang mungkin mengatakan: “kecepatan kereta api itu 80 km/jam”. Pemyataan ini kurang tepat, karena jika kita menyebutkan kecepatan, maka kita harus menyebutkan ke mana arah kereta api tersebut. Bagaimana seandainya ada dua kereta api yang sedang bergerak dengan kelajuan yang sama, tetapi dalam arah yang berlawanan? Kita katakan bahwa kelajuan kedua kereta api itu sama, tetapi kecepatan keduanya berbeda, misalnya yang satu 80 km/jam ke timur, sedangkan yang lainnya 80 km/jam ke barat.

Pada umumnya, benda yang sedang bergerak tidak selalu bergerak dengan kelajuan tetap, tetapi berubah-ubah tergantung pada kondisi lingkungan. Misalnya, ketika Anda bersepeda di jalan yang mendatar, Anda bisa melaju sepeda Anda dengan kencang, tetapi ketika menghadapi jalanan mendaki. kelajuan sepeda Anda pasti berkurang. Bagaimanakah kita menghitung kelajuan benda yang tidak selalu tetap tersebut?

Perhatikan contoh gerakan sebuah mobil yang bergerak dari kota A ke kota B yang terpisah sejauh 60 km jika kita tarik garis lurus dari A ke B. Kita pilih kota A sebagai titik asal dan arah dari A ke B sebagai arah positif. Setelah mencapai kota B yang ditempuh dalam waktu 60 menit, pengemudi mencatat bahwa spidometemya telah bertambah sebesar 75 km. Berarti, jarak yang telah ditempuh mobil tersebut sama dengan 75 km. Dalam perjalanan dari kota A ke kota B, sudah pasti bahwa kelajuan mobil tidak tetap; ketika di jalan yang lurus, kelajuannya besar, tetapi ketika di jalanan yang berkelok, kelajuannya berkurang. Dari sinilah kita definisikan kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata.

Kelajuan rata-rata (vrata_rata) mobil yang bergerak dari kota A ke B di atas adalah:

50

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian, Perbedaan, Rumus Dan Contoh Kelajuan Dan Kecepatan. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: