30

Pengertian Dan Aturan Penulisan Angka Penting Dalam Fisika

Posted on

Angka yang benar-benar diyakini nilainya dalam suatu hasil pengukuran disebut angka penting. Dalam suatu penulisan hasil pengukuran, selalu tercantum angka (angka-angka) yang pasti dan satu angka yang diragukan. Misalnya, ketika mengukur volume air dengan gelas ukur yang memiliki skala mili- liter (Gambar 1.23), kita mem- peroleh hasil bahwa volume air pasti lebih dari 17 mL tetapi kurang dari 18 mL. Karena itu, angka 17 kita katakan sebagai angka pasti. Kemudian, dengan memperhatikan secara lebih sek- sama, kita dapat memperkirakan kelebihan volume air tersebut dari 17 mL, misalnya kita taksir 0,6 mL. Karena itu, kita tuliskan hasil pengukuran kita sebagai 17,6 mL. Di angka pertama, yaitu 1 dan 7 merupakan angka yang pasti, sedangkan angka 6 merupakan angka yang diragukan. Kenapa diragukan? Karena, angka tersebut merupakan taksiran.

30

Dalam suatu pengukuran, baik angka yang pasti maupun satu angka yang diragukan (taksiran), merupakan angka penting. Oleh karena itu, hasil pengukuran 17,6 mL mengandung tiga angka penting. Bagaimana bila kita menggunakan gelas ukur yang lebih teliti? Pada gelas ukur ini, kita dapat dengan pasti menyatakan bahwa volume air adalah 17,5 mL lebih. Kelebihan ini akhirnya kita taksir, yaitu 8/10 bagian dari skala terkecil. Dengan demikian, taksiran untuk kelebihan volume tersebut adalah 0,08 mL. Akhirnya, kita tuliskan hasil pengukuran kita dengan gelas ukur yang lebih teliti sebagai 17,58 mL. Pada hasil ini kita dapatkan empat angka penting. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 1.23.

Dari contoh pengukuran di atas, dapat kita simpulkan bahwa banyaknya angka penting dalam pengukuran suatu besaran tergantung dari bagaimana besaran tersebut diukur. Artinya, dengan alat ukur yang bagaimana ia diukur. Apakah dengan alat ukur yang sederhana atau alat ukur yang sangat teliti? Semakin banyak angka penting dalam suatu hasil pengukuran, semakin tinggi ketelitian pengukuran tersebut. Ketelitian pengukuran bisa diakibatkan oleh banyak hal, tetapi yang paling utama adalah ketelitian alat ukumya.

Dalam penulisan yang menyangkut angka penting, terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi, yaitu:

1. Semua angka yang bukan merupakan angka penting.

6,89 mL memiliki 3 angka penting
78,99 km memiliki 4 angka penting

2. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol merupakan angka penting.

1208 m memiliki 4 angka penting
2,0067 mil memiliki 5 angka penting

3. Semua angka nol yang menunjukkan perpangkatan sepuluh bukan merupakan angka penting, kecuali diberi tanda khusus, misalnya diberi tanda garis bawah.

0,0034 kg memiliki 2 angka penting
0,456000 s memiliki 6 angka penting
0,456000 s memiliki 5 angka penting
0,456000 s memiliki 4 angka penting

Di samping aturan-aturan penulisan angka penting tersebut, terdapat pula aturan-aturan yang harus dipenuhi dalam menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan membagi angka penting. Aturan-aturan ini dapat dituliskan secara ringkas sebagai berikut.

  1. Penjumlahan dan pengurangan dua atau lebih angka penting memberikan suatu hasil yang hanya boleh mengandung satu angka yang diragukan.
  2. Perkalian dan pembagian angka penting memberikan hasil dengan jumlah angka penting sama dengan jumlah angka penting paling sedikit dari bilangan-bilangan yang terlibat dalam perkalian atau pembagian.
    3,45 X 2,5 = 8,625 (kita tulis hasilnya sebagai 8,6 yang memiliki 2 angka penting)
    67,89 X 568 = 385561, 52 (kita tulis hasilnya sabagai 38561 yang memiliki 3 angka penting)
    134,78 : 26 = 5, 1838 (kita tuliskan hasilnya sebagai 5,2 yang memiliki 2 angka penting)

Untuk operasi-operasi berhitung dengan angka penting yang lain, misalnya penarikan akar dan pemangkatan, kita dapat melakukannya berdasarkan aturan untuk perkalian dan pembagian, karena pada dasamya pemangkatan dan penarikan akar merupakan bentuk operasi perkalian.

Jika kita menghitung jumlah siswa dalam satu kelas, misalnya 25 orang, maka yang diperoleh adalah angka pasti, tanpa taksiran. Bilangan yang pasti seperti contoh jumlah siswa ini disebut bilangan eksak.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Dan Aturan Penulisan Angka Penting Dalam Fisika. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: