teori menyimpang

Teori – Teori Perilaku Penyimpangan Menurut Para Ahli Terlengkap

Posted on

Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku, nilai-nilai dominan yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. Ujjsur-unsur budaya yang menyimpang memisahkan diri dari aturan-aturan, nilai, bahasa, dan istilah yang beriaku umumTBanyak individu yang ditolak oleh masyarakat, mencari persahabatan dengan kelompok yang senasib untuk memperoleh status, kesenangan, dan pendapatan meski itu menyimpang. Dalam kelompok yang menyimpang tersebut. mereka memulai proses sosialisasi, agar dapat memahami aturan-aturan perilaku yang diterima dan mencari peranan yang tepat buat mereka. Contoh kelompok yang menyimpang adalah kelompok penjudi, kelompok pemakai narkotik, geng penjahat, dan kelompok homoseks.
Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang sebab-sebab munculnya perilaku menyimpang dalam diri seorang individu.

teori menyimpang

Teori-Teori Mengenai Penyimpangan

a. Teori Pergaulan Berbeda

Dalam sosiologi dikenal adanya Teori Differential Association (pergaulan yang berbeda), yang diciptakan oleh Edwin H. Sutherland.Teori ini berpendapat bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses ini, seseorang mempelajari suatu budaya menyimpang. Contohnya ialah proses mengisap ganja dan perilaku homoseksual.

b. Teori Labeling

Penyebab penyimpangan yang lain dikemukakan oleh Teori Labeling (pemberian cap/julukan). Seseorang yang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer (pertama), tetapi oleh masyarakat sudah diberi cap sebagai penyimpang. Misalnya, penipu, pencuri, wanita nakal, dan orang gila maka si Pelaku akan terdorong untuk melakukan penyimpangan sekunder (tahap lanjut) dengan alasan ’’kepalang tanggung”. Teori Labeling dipelopori oleh Edwin M.Lemert.

c. Teori Merton

Robert K. Merton telah mengemukakan Teori Merton yang menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi. Empat di antaranya merupakan perilaku menyimpang, yaitu sebagai berikut.

  • Komformitas (conformity) adalah perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut (cara konvensional dan melembaga).
  • Inovasi (innovation) adalah perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat, tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat (termasuk tindak kriminal).
  • Ritualisme (ritualism) adalah perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya.
    Namun, masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat, dalam arti ritual (upacara) dan perayaan masih diselenggarakan tetapi maknanya telah hilang.
  • Pengunduran/pengasingan diri (retreatism): meninggalkan, baik tujuan konvensional maupun cara pencapaiannya yang konvensional, sebagaimana dilakukan oleh para pecandu obat bius, pemabuk, gelandangan, dan orang-orang gagal lainnya.
  • Pemberontakan (rebellion): penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai dengan upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru, misalnya para reformator agama.

d. Teori Fungsi

Menurut Emile Durkheim tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Artinya, kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang berwatak jahat pun akan selalu ada. Bahkan, Durkheim berpandangan bahwa kejahatan itu perlu, agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Teori – Teori Perilaku Penyimpangan Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: