proklamasi

Sejarah Terbentuknya Negara Kebangsaan Indonesia

Posted on

Memasuki tahun 1944 kekuatan Jepang dalam Perang Asia Pasifik mulaTmengalami kemunduran dan posisinya makin terjepit. Jenderal DoGglas Mac Arthur Panglima Komando Pertahanan Pasifik Barat Daya yang pada awal Perang Asia Pasik berhasil dikalahkan pasukan Jepang di Filipina, sekarang berbalik unjuk kekuatan. Jenderal Douglas Mac Arthur dengan siasat ’’loncat katak” berhasil mendesak pertahanan pasukan Jepang. Satu per satu pulau-pulau antara Australia dan Jepang dapat direbutnya kembali.

Keadaan di negeri Jepang juga makin memburuk, moral masyarakat menurun. Hal ini menyebabkan jatuhnya Kabinet Tojo pada tanggal 17 Juli 1944 dan digantikan oleh Jenderal Kuniaki Koiso. Pada tanggal 7 September 1944 pada saat pelantikannya, Perdana Menteri Jenderal Kuniaki Koiso di hadapan sidang Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) memberi janji kemerdekaan kepada bangsa Hindia Timur (Indonesia). Janji itu diucapkan dengan tujuan agar bangsa Indonesia tetap membantu Jepang dalam menghadapi Sekutu. Berpangkal dari janji kemerdekaan dan kekalahan Jepang dalam Perang Asia Pasifik muncul berbagai peristiwa di sekitar pembentukan negara Indonesia.


proklamasi

Peristiwa Penting Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Ragam peristiwa yang terjadi di sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia meliputi berikut ini.

Persiapan untuk Proklamasi Kemerdekaan

Sebagai tindak lanjut “Janji Kemerdekaan” PM Koiso maka pada tanggal 1 Maret 1945 Panglima Tentara Keenambelas, Jenderal Kumakici Harada mengumumkan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai) yang disingkat Badan Penyelidik. BPUPKI bertujuan untuk mempelajari hal-hal penting mengenai masalah tata pemerintahan Indonesia merdeka. Anggotanya berjumlah 67 orang Indonesia dan 7 orang Jepang, tanpa hak suara. Ketuanya Radjiman Wedyoningrat, seorang nasionalis tua, wakil ketuanya R.P. Soeroso dan seorang Jepang. Upacara peresmiannya dilakukan pada tanggal 28 Mei 1945, di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta.

Sidang pertama BPUPKI, 29 Mei-1 Juni 1945 membicarakan rumusan dasar filsafat bagi negara Indonesia merdeka. Muh. Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno menyumbangkan pemikirannya. Pada sidang 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengajukan lima pokok atau dasar negara yang disebut Pancasila, Setelah sidang pertama BPUPKI memasuki masa reses selama satu bulan lebih. Sebelum masa reses tersebut, BPUPKI membentuk panitia kecil atau yang kemudian oleh Ir. Soekarno dibentuk Panitla Sembilan.

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan bermusyawarah di kediaman Ir. Soekarno dan berhasil merumuskan sebuah dokumen yang disebut Piagam Jakarta (sebuah nama yang diusulkan Muh. Yamin). Pada sidang kedua BPUPKI yang dimulai tanggal 10 Juli 1945 dibicarakan perumusan terakhir rancangan hukum dasar oleh Panitia Perancang Hukum Dasar yang juga dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Sidang kedua BPUPKI dilanjutkan tanggal 14 Juli 1945 untuk menerima laporan Panitia Perancang Hukum Dasar. Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan. Sebagai gantinya dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Drs. Moh.Hatta dan Rajiman Wedyodiningrat berangkat ke Dalat (Vietnam Selatan) atas panggilan Marsekal Terauci, Panglima Mandala Asia Tenggara. Dalam pertemuan itu Terauci rnenyampaikan keputusan pemerintah Kemaharajaan Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia melalui PPKI.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Sejarah Terbentuknya Negara Kebangsaan Indonesia. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya:

4 Tahap Pembentukan Badan-Badan Kelengkapan Negara

Peristiwa-Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 

Perubahan Otoritas KNIP dan Pengaruhnya