gerak otot

Mekanisme Sistem Gerak Otot, Jenis Dan Macam-macam Gerak Otot Lengkap!

Posted on

Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsang. Otot bekerja secara berpasangan untuk menghasilkan gerak. Otot sinergis adalah pasangan otot yang kerjanya saling menunjang. Adapun otot antagonis adalah pasangan otot yang melakukan gerak berlawanan terhadap otot yang sedang melakukan kontraksi.

gerak otot

Jenis-Jenis Gerak Otot

Beberapa jenis gerakan otot antagonis sebagai berikut.

  • Abduksi – Adduksi
    Abduksi adalah gerakan menjauhi badan, sedangkan adduksi adalah gerakan mendekati badan. Contoh gerak tangan sejajar bahu (abduksi) dan posisi tangan dalam sikap sempurna (adduksi).
  • Depresi – Elevasi
    Depresi adalah gerak menurunkan, sedang-kan elevasi adalah gerak mengangkat. I\)lisal gerakan kepala menunduk dan menengadah.
  • Supinasi – Pronasi
    Supinasi adalah gerak menengadahkan tangan, sedangkan pronasi adalah gerak menelungkupkan tangan. Kedua jenis gerakan ini seperti gerakan melingkar dalam satu sumbu sentral sehingga disebut juga rotasi.
  • Ekstensi – Fleksi
    Ekstensi adalah gerak meluruskan, sedangkan fleksi adalah gerak membengkok- kan. Misal posisi kaki yang lurus saat berdiri (ekstensi) dan posisi kaki menekuk saat jongkok (fleksi).

Otot sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contoh pronator teres dan pronator kuadratus. Apabila keduanya berkontraksi, telapak tangan akan menelungkup.


Mekanisme Gerak Otot dan Sumber Energi 

Secara mikroskopis otot lurik tersusun dari miofibril dengan garis-garis gelap dan terang. Setiap miofibril tersusun dari sarkomer yang dibatasi dua garis Z. Sarkomer adalah unit otot yang dibatasi oleh garis gelap dan terang. Sarkomer mengandunq filamen protein tebal (miosin) dan tipis (aktin) yang saling bertumpang tindih. Pita A adalah daerah gelap yang mengandung aktin dan miosin. Zona H adalah bagian pita A yang hanya mengandung miosin di bagian tengah. Pita I adalah daerah ujung sarkomer yang terdapat daerah terang dan hanya mengandung aktin. Ketika otot berkontraksi, aktin dan miosin bertautan dan saling menggelincir. Akibatnya, zona H dan pita I memendek sehingga sarkomer juga memendek.

Mekanisme kerja otot dapat dijelaskan sebagai berikut.

Jika otot mendapatkan rangsang, asetilkolin dalam otot akan membebaskan ion kalsium yang merangsang pembentukan aktomiosin sehingga meng- akibatkan otot berkontraksi. Apabila sudah tidak ada rangsangan, ion kalsium akan direabsorpsi. Akibatnya, konsentrasi ion kalsium berkurang dan ikatan antara aktin dan miosin terlepas. Dengan demikian, sarkomer akan memanjang dan otot dalam keadaan relaksasi. Perhatikan Gambar 4.15!
Saat berkontraksi, otot membutuh- kan energi dan oksigen. Fase kontraksi disebut juga fase anaerob karena energi diperoleh dari penguraian ATP dan kreatin fosfat yang berlangsung secara anaerob. Proses-proses kimia yang terjadi sebagai berikut.

Kreatin fosfat + ADP -> kreatin + ATP
ATP ADP + Energi ADP —> AMP + Energi

Fase relaksasi disebut juga faseaerob karena energi dihasilkan dari hasil p’emecahan glikogen yang berlangsung secara aerob. Prosesnya adalah glikogen dipecah menjadi laktasidogen dengan diubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa akan dioksidasi sehingga menghasilkan energi serta melepaskan C02 dan Fl20. Adapun asam laktat merupakan hasil samping dari penguraian laktasidogen. Penimbunan asam laktat dalam otot secara berlebihan mengakibatkan kelelahan otot.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Mekanisme Sistem Gerak Otot, Jenis Dan Macam-macam Gerak Otot. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: