kultur-jaringan-6-638

Teknik Kultur Tumbuhan : Tahapan, Kelebihan Dan Kekurangan Kultur Jaringan Lengkap!

Posted on

Selain mempunyai macam-macam jaringan dan organ-organ ,tumbuhan juga mempunyai sifat-sifat dalam sel tumbuhan. Sel tumbuhan memiliki sifat autonom dan totipotensi. Autonom berarti dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri. Adapun totipotensi adalah kemampuan sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Prinsip inilah yang menjadi dasar pelaksanaan teknik kultur jaringan.

kultur-jaringan-6-638

Kultur jaringan adalah cara perbanyakan tumbuhan secara in vitro dengan cara mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan, atau organ tumbuhan serta menumbuhkannya pada medium secara aseptis (bebas hama) agar bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Kultur jaringan dilakukan di dalam laboratorium khusus yang pencahayaan dan suhunya terkontrol serta steril. Bagian kecil dari tanaman (sel, jaringan, dan organ) yang digunakan dalam kultur jaringan disebut eksplan. Eksplan diambil dari bagian yang masih muda (primordia), sel-selnya masih bersifat meristematis, dan mengalami proses diferensiasi. Pelaksanaan teknik kultur jaringan mempunyai beberapa tujuan, seperti berikut ini:

1. Menghasilkan tanaman dalam jumlah besar dalam lahan yang tidak terlalu luas dan dalam waktu yang singkat.
2. Menghasilkan tanaman yang bebas penyakit.
3. Melestarikan jenis tanaman yang sudah langka.
4. Mempertahankan sifat-sifat tanaman induk.
5. Menghasilkan varietas tanaman baru dengan teknik fusi protoplas.

Tahapan-Tahapan Teknik Kultur Jaringan

Tanaman yang dibudidayakan menggunakan teknik kultur jaringan umumnya merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi atau tanaman yang sulit dikembangbiakkan. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam teknik kultur jaringan sebagai berikut.

Tahapan Persiapan dan Sterilisasi Eksplan

Padatahap ini dilakukan pembuatan media tanam dan sterilisasi alat. Media tanam berupa media agar-agar yang diberi tambahan unsur makro dan mikro, asam amino, vitamin, gula, serta hormon pengaturtumbuh. Media harus disterilkan menggunakan uap panas bersuhu 140°C dan bertekanan 1 atm dengan waktu yang telah ditentukan agar aseptis. Alat yang digunakan untuk sterilisasi media dan peralatan disebut autoklaf. Selanjutnya, dilakukan pengambilan eksplan dari tanaman yang sehat.

Tahapan Inokulasi


Pada tahap ini dilakukan penanaman eksplan dalam ruangan tertutup dan telah disterilkan. Ruang penanaman dapat berupa entkas (ruangan tertutup dan terbuat dari kaca) atau laminar air flow. Ruang penanaman harus disterilkan dahulu menggunakan alkohol atau formalin. Demikian pula peralatan untuk menanam seperti pinset, dan dissecting set juga harus disterilkan dengan cara mencelupkannya pada alkohol 90% ialu dibakar sebelum digunakan. Selanjutnya eksplan disterilkan menggunakan larutan hipoklorit dan dipotong-potong kecil kemudian diinokulasi dalam media tanam. Eksplan dalam meda kultur ini kemudian dipelihara di dalam ruangan aseptis yang terkontrol lingkungan fisiknya.

Tahap Subkultur

Setelah terbentuk calon tumbuhan (akar/tunas) maka dilakukan pemindahan ke media yang baru. Komposisi hormon dalam media tanam yang baru biasanya berbeda dengan komposisi hormon pada media yang digunakan untuk subkultur. Hasil kultur dapat berupa tunas atau kalus. Kalus adalah massa sel yang tidak terdiferensiasi.Selanjutnya, kalus dipindahkan ke dalam media yang diberi hormon auksin dan hormon sitokinin yang seimbang. Kalus akan berdiferensiasi membentuk organ tumbuhan sehingga individu baru terbentuk.

Tahap Aklimatisasi

Bibit tanaman yang dihasilkan dari teknik kultur jaringan berupa tumbuhan yang berukuran kecil yang disebut plantlet. Plantlet harus diaklimatisasi sebelum ditanam di lahan tanam. Aklimatisasi dilakukan agar plantlet beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Plantlet ditanam dalam polybag dan diletakkan di tempat yang teduh. Seiring dengan pertumbuhannya, intensitas cahaya yang mengenai tanaman hasil kultur ditambah.
Cermati tahapan-tahapan dalam teknik kultur jaringan melalui gambar berikut.

Semua peralatan dan kegiatan yang dilakukan dalam kultur jaringan harus aseptik agar bagian tanaman yang dikultur bisa tumbuh menjadi individu baru. Jika tidak steril, akan terjadi kontaminasi oleh bakteri, jamur, atau virus yang dapat mengakibatkan eksplan menjadi rusak.

Keberhasilan kultur jaringan ditentukan oleh beberapa faktor berikut.

a. Eksplan yang digunakan berupa jenis tanaman, jenis jaringan, ukuran eksplan, kondisi tanaman induk, genetik eksplan, dan musim.
b. Perbandingan komposisi senyawa kimia dalam media tanam.
c. Kondisi lingkungan, misal cahaya, suhu, kelembapan, pH, dan kepadatan media.
d. Kondisi kultur dan lingkungan yang steril.

Beberapa teknik kultur jaringan sebagai berikut.

a. Kultur meristem, eksplan yang digunakan berupa jaringan meristem.
b. Kultur kloroplas, eksplan berupa kloroplas dan biasanya digunakan untuk fusi protoplasma.
c. Kultur pollen atau kultur anther, eksplan yang digunakan berupa putik atau benang sari.
d. Kultur protoplas, eksplan berupa protoplas.

Kelebihan dan Kekurangan Kultur Jaringan

Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan memiliki beberapa kelebihan berikut.

a. Merupakan cara untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah banyak dengan waktu singkat.
b. Tidak memerlukan tempat yang luas.
c. Tidak bergantung pada musim sehingga bisa dilaksanakan sepanjang tahun.
d. Bibit yang dihasilkan lebih sehat dan seragam.
e. Memungkinkan untuk dilakukan rekayasa genetika.

Selain memiliki kelebihan, teknik kultur jaringan juga mempunyai kekurangan-kekurangan berikut.

a. Memerlukan biaya besar karena harus dilakukan di dalam laboratorium yang steril serta menggunakan bahan-bahan kimia.
b. Memerlukan keahlian khusus.
c. Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan luar karena tanaman hasil kultur berukuran kecil dan bersifat aseptik.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Teknik Kultur Tumbuhan : Tahapan, Kelebihan Dan Kekurangan Kultur Jaringan. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: