protista1

Pengertian Ciri-Ciri Dan Pembagian Subkingdom Protista Menurut Ahli

Posted on

Anda tentu pemah makan agar-agar. Tahukah Anda, terbuat dari apakah agar-agar itu? Mungkin di antara Anda ada yang menjawab agar-agar terbuat dari rumput laut. Anda benar, agar-agar memang terbuat dari rumput laut. Namun, tahukah Anda bahwa yang disebut rumput laut itu sebenarnya bukan wmasuk tumbuhan? Rumput laut sesungguhnya adalah ganggang laut (algae). Meskipun berbentuk seperti tumbuhan sehingga dinamakan rumput laut, ganggang bukanlah tumbuhan. Ganggang merupakan anggota kingdom Protista. Apakah protista itu? Apa saja ciri-ciri protista?

protista1

Pada awalnya seorang ahli bernama Aristoteles mengelompokkan makhluk hidup yang ada di bumi menjadi dua kelompok besar, yaitu dunia tumbuhan (kingdom Plantae) dan dunia hewan (kingdom Animalia). Dasar pengelompokan tersebut adalah cara mendapatkan nutrisinya. Dengan ditemukannya mikroskop oleh Zacharias Janssen di tahun 1608 dan juga ditemukannya dunia mikroorganisme oleh Antonie van Leeuwenhoek di tahun 1674, para ahli terdorong untuk memperbaiki sistem pengelompokan tersebut. Sebagai contoh, apakah Euglena termasuk kelompok hewan atau tumbuhan? Euglena mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan dan mampu bergerak seperti hewan. Oleh karena itu, perlu adanya kelompok ketiga untuk menempatkan Euglena di dalamnya. Pada tahun 1886, seorang ahli biologi Jerman bemama Ernst Haeckel memperkenalkan kingdom ketiga yang disebut Protista untuk menempatkan organisme yang bukan hewan ataupun tumbuhan.

Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler atau multi seluler. Protista belum memiliki diferensiasi jaringan. Berdasarkan kemiripan ciri-cirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya, Protista dibedakan menjadi tiga subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa (Protista mirip hewan); subkingdom Algae (protista mirip tumbuhan); dan subkingdom Myxomycotina (jamur lendir).

Protozoa

Protozoa merupakan protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan di dalam tubuh organisme lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya merupakan parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit sering menyebabkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis. Berdasarkan jenis alat geraknya. Protozoa dibedakan menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

1. Rhizopoda

Rhizopoda (Sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan ciri- ciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Ada beberapa macam kaki semu, yaitu lobodia (dengan ujung tumpul), hlopodia (halus dan ujung meruncing), dan aksopodia (teratur dari satu titik pusat).

Contoh Rhizopoda, antara lain Amoeba proteus yang hidup bebas dalam perairan tawar yang kaya bahan organik; Entamoeba dysentriae penyebab disentri; Entamoeba histolytica penyebab disentri amoeba (amoebiasis), hidup dalam usus halus manusia dan merusak jaringan darah atau getah bening; Entamoeba gingivalis dapat merusak gigi; Entamoeba coli dapat raembantu membusukkan makanan dan membentuk vitamin K; Arcella yang hidup di air tawar, memiliki kerangka dari zat kitin; Difflugia yang hidup di air tawar, tubuhnya ditempeli pasir; Foraminifera yang hidup di laut sebagai indikator adanya minyak bumi; Radiolaria yang hidup di laut, rangkanya digunakan sebagai bahan penggosok.


2. Mastigophora

Ciri utama Mastigophora (Flagellata), adalah mempunyai flagel (bulu cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap. Mastigophora memiliki dua macam protoplasma, yaitu ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer. Mastigophora atau Flagellata terdiri atas Phytoflagellata dan Zooflagellata.

a. Phytoflagellata
Phytoflagellata mempunyai ciri-ciri berklorofil serta meru- pakan organisme autotrof, contohnya Volvox globator dan Noctiluca miliaris. Volvox sp. hidup berkoloni dengan koloni berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lendir.
Noctiluca miliaris, dapat menghasilkan bioluminesens: sehingga pada malam hari apabila terjadi blooming spesies inr. air laut akan tampak bercahaya.

b. Zooflagellata
Zooflagellata merupakan organisme heterotrof dan seh±- gian besar hidup sebagai parasit. Trypanosoma gambiense. seperti terlihat pada Gambar 5.4, merupakan salah sarai contoh Zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur afrikst Contoh Zooflagellata lainnya adalah Leishmania tropica yaaf menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara-negaia Asia.

3. Ciliata

Ciliata (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia (bulu getar). Protozoa ini hidup bebas atau sebagai parasit. Bentuk tubuhnya tetap. Bagian tubuhnya terdiri atas oral dan aboral. Reproduksinya dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara konjugasi.
Contoh Ciliata, antara lain Paramecium caudatum (hewan sandal) yang memiliki cara reproduksi unik; Balantidium coli, hidup pada usus besar manusia; Stentor, tubuhnya berbentuk seperti terompet; Vorticella, tubuh¬nya berbentuk seperti lonceng; Didinium, sebagai predator di air tawar; Stylonychia, koloninya berbentuk seperti cakar.

Perkembangbiakan Paramecium caudatum secara konjugasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Dua Paramecium bersatu melalui lekukan mulut.
  2. Masing-masing mikronukleus mengalami meiosis menghasilkan empat mikronukleus haploid.
  3. Tiga mikronukleus berdegenerasi.
  4. Mikronukleus yang tersisa membelah menjadi dua, tetapi tidak sama besar; mikronukleus yang lebih kecil dipertukarkan.
  5. Dua mikronukleus pada masing-masing Paramecium melebur menjadi satu.
  6. Kedua Paramecium memisahkan diri (skema berikutnya hanya memperlihatkan satu Paramecium).
  7. Mikronukleus yang melebur membelah mitosis sebanyak tiga kali menghasilkan delapan mikronukleus identik.
  8. Makronukleus mengalami degenerasi. Empat mikronukleus menjadi makronukleus baru. Empat mikronukleus lainnya tetap sebagai mikronukleus. Tiga mikronukleus berdegenerasi dan hanya satu mikronukleus yang tinggal.
  9. Paramecium membelah sebanyak dua kali untuk menghasilkan empat Paramecium anak.

4. Sporozoa

Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagic parasit dan menghasilkan spora (endospora) dalam daur hidupnyi Reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual.  Cara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogo«L sedangkan secara seksual dilakukan dengan sporogoni.

Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium yang merupakan penyebab malaria pada manusia. Ada empat jenis Plasmodium yang masing-masing menyebabkan tipe malaria yang berbeda. Keempat jenis Plasmodium tersebut adalah Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika dengan masa sporulasi tidak tentu; Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana dengan masa sporulasi 48 jam; Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi 72 jam; Plasmodium ovale, penyebab malaria yang memiliki masa sporulasi hampir sama dengan malaria tertiana.

Reproduksi secara aseksual yang terjadi di dalam eritrosit manusia disebut fase skizogoni dan secara seksual yang terjadi dalam lambung atau dinding usus nyamuk Anopheles, disebut fase sporogoni. Selain itu, juga terjadi peristiwa yang disebut sporulasi, yaitu fase pecahnya sel darah merah karena terinfeksi oleh Plasmodium. Keluarnya merozoit-merozoit baru dari eritrosit yang pecah menyebabkan suhu tubuh penderita malaria naik. Untuk lebih mengetahui daur hidup Plasmodium, perhatikan Gambar 5.7 berikut ini.

Pemberantasan Plasmodium penyebab malaria dapat dilakukan dengan cara memutus daur hidupnya, yaitu membersihkan lingkungan di sekitar kita yang dapat menjadi sarang nyamuk dengan gerakan 3M (menguras, menimbun, dan membakar). Adapun untuk pencegahan, Anda dapat menggunakan kelambu waktu tidur dan obat atau losion anti nyamuk.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Ciri-Ciri Dan Pembagian Subkingdom Protista Menurut Ahli. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya:

Klasifikasi Dan Peran Virus Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sejarah, Ciri-Ciri Dan Replika VIRUS Terlengkap

Klasifikasi Menurut Carolus Linnaeus Dan Alternatif Sistem Klasifikasi

Penjelasan Klasifikasi Makhluk Hidup Terlengkap

Penjelasan Dan Pengertian Jamur Lendir (Slim Molds)

Pengertian 10 Komponen Struktur Sel Dan Fungsinya