apresiasi

Mengapresiasi Sikap Terbuka Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Posted on

Kehidupan yang demokratis

Salah satu apresiasi sikap terbuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kehidupan demokratis. Di dalam pelaksanaan kehidupan demokratis anggota warga masyarakat dapat berinteraksi dengan anggota warga masyarakat yang lainnya. Mereka menyadari dan mampu memahami adanya perbedaan masing-masing. Namun demikian mereka tetap menghormati dan menghargai berbagai pendapat, pemikiran, dan aspirasi.
Perbedaan merupakan hal yang wajar dan lazim dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, apresiasinya, yaitu munculnya berbagai macam corak.ragam dialek. bahasa, adat istiadat, seni, dan budaya, pemikiran, tinjauan, dan sebagainya. Demokrasi merupakan sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

apresiasi

Pemerintahan yang demokratis intinya kewenangan memerintah berasal dari rakyat. Dengan sendirinya pemerintah tidak dibenarkan bertindak hal yang bertentangan dengan kehendak rakyat. Agar tidak dapat bertindak sewenang-wenang, pemerintah dalam kegiatannya dibuatkan aturan melalui permusyawaratan. Hasil keputusan permusyawaratan itu menjadi acuan untuk menata kehidupan bermasyarakat yang demokratis. Mereka bersepakat membuat aturan secara bersama dan dilaksanakan secara bersama pula.

Kehidupan masyarakat madani

Masyarakat madani adalah masyarakat di mana anggotanya terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang berbeda etnis, agama, dan budayanya, serta dapat hidup dan bekerja sama secara damai. Dalam masyarakat madani, setiap anggotanya menghormati dan tunduk pada hukum serta menempatkan anggota masyarakat berkedudukan sama dalam hukum dan peme-rintahan dan tidak dikenal privilege (keistimewaan) bagi kelompok masyarakat tertentu, apakah birokrat, militer, ataupun kelompok partai politik tertentu.

Ciri-ciri pokok masyarakat madani di Indonesia menurut Prof. Dr. A.S. Hikam, sebagai berikut.

Kesukarelaan

Artinya suatu masyarakat madani bukanlah suatu masyarakat paksaan atau karena indok- trinasi. Keanggotaan masyarakat madani, yaitu keanggotaan dari pribadi yang bebas, yang secara sukarela membentuk suatu kehidupan bersama dan karenanya mempunyai komit- men bersama yang sangat besar untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Keswasembadaan

Keanggotaan yang sukarela untuk hidup bersama, tentunya tidak akan menggantungkan kehidupan kepada orang lain, tidak tergantung pada negara, dan juga tidak tergantung pada lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi lain. Setiap anggota mempunyai harga diri yang tinggi, yang percaya kepada kemampuan sendiri untuk berdiri sendiri bahkan untuk membantu sesama yang berkekurangan.

Kemandirian yang tinggi terhadap negara

Para anggota masyarakat madani adalah manusia-manusia yang percaya. diri, sehingga tidak tergantung kepada perintah orang lain, termasuk negara. Bagi mereka, negara adalah kesepakatan bersama, sehingga tanggung jawab yang lahir dan kesepakatan tersebut adalah tuntutan dan tanggung jawab dari masing-masing anggota.

Keterkaitan pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama

Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berdasarkan hukum dan bukan negara kekuasaan.

Dalam membangun masyarakat madani di Indonesia, ciri utama masyarakat madani perlu terus diperhatikan sebagai berikut.


  • Kebinekaan masyarakat, di mana kelompok masyarakat yang ada saling hidup berdampingan, tolong-menolong, saling menghargai, dan dapat hidup dengan damai
  • Terselenggaranya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratik, di mana hak-hak warga negara diakui dan dilindungi, baik oleh aparat maupun oleh masyarakat sendiri.
  • Untuk memelihara tatanan dalam masyarakat, maka hukum sebagai pranata perlu dijunjung tinggi, baik oleh anggota masyarakat maupun oleh pemerintah,
  • Untuk mewujudkan suasana tenteram dalam kehidupan bermasyarakat, maka hak-hak warga negara (hak asasi manusia) perlu diakui dan dilindungi, baik oleh pemerintah maupun oleh warga masyarakat.
  • Untuk mewujudkan ciri-ciri masyarakat etika dan moral yang tinggi harus dilakukan, baik oleh warga negara maUpun aparat pamerintah. Sudah barang tentu tindakan tercela tidak dilakukan. Akan tetapi, bilamana masih saja terjadi tindakan tercela, maka hukum akan diberlakukan kepada pelakunya siapa pun dia.

Kebiasaan berdialog dan bekerja sama

Kebiasaan berdialog adalah kebiasaan yang baik dan mempunyai nilai positif. Mereka berani secara terbuka mengemukakan pikiran dan pendapat dengan lisan kepada orang lain. Dalam berdialog ini terjadi interaksi atau hubungan yang saling memberi dan menerima curahan pikiran dan pendapat. Ini berarti masyarakat telah mengapresiasikan keterbukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam berdialog akan diketahui adanya kelebihan dan kekurangan di antara mereka, dan diambillah sesuatu yang dinilai mempunyai kelebihan guna meningkatkan kesejahteraan dan peradaban, manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Mustahil bila orang bersedia bermusyawarah kalau ia tidak mempunyai sikap terbuka. Sebab di dalam permusyawaratan seseorang tidak akan dapat menghindar dari komunitasnya bermusyawarah, yang masing-masing peserta musyawarah secara aktif menyampaikan pendapat, usul, dan saran. Orang yang menutup diri biasanya memiliki sikap egois, yaitu sikap yang selalu mementingkan dirinya sendiri.

Bekerja sama

Salah satu perwuiudan dari keterbukaan adalah kesediaan untuk melakukan kerja sama kepada siapa pun untuk memenuhi hajat hidup dan kepentingan bersama. Kontrak sosial atau perjanjian dalam berbagai bidang. termasuk dalam bidang ekonomi, perdagangan, sosial budaya, dan sebagainya, yang dewasa ini sudah banyak dilakukan. Seorang komponis (pencipta lagu) bekerja sama dengan seorang penyanyi untuk melantunkan syair lagu yang telah dibuatnya dan mengadakan kerja sama kepada pengusaha rekaman. Melalui kerja sama semacam itu, mereka membuka diri dan menerima berbagai hal dari pihak lain. Hal-hal semacam itu dilakukan karena adanya tuntunan kebutuhan di antara, mereka. Kerja sama di bidang sosial kemasyarakatan di Indonesia telah lama berlangsung; seperti kerja bakti, gugur gunung, mapalus, dan gotong royong. Masyarakat pedesaan yang bekerja sama menjadi bagian hidupnya, seperti sambatan (Jawa) yakni kerja sama untuk membantu salah seorang keluarga tetangga yang sedang mendirikan rumah (membangun rumah). Mereka secara bersama-sama tanpa upah mencurahkan tenaganya melaksanakan kegiatan mendirikan rumah urituk tetangganya.

Hidup rukun dan toleransi

Hidup rukun menjadi dambaan kita semua. Kerukunan adalah sikap mental dalam rangka mewujudkan kehidupan yang serasi dengan tidak membedakan pangkat, kedudukan sosial ekonomi, dan perbedaan agama, serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk itu, diperlukan sikap dan perbuatan yang mengarah pada terciptanya kerukunan, ketertiban, ketahanan, dan keamanan nasional, seperti:

  • Silaturrahmi dengan keluarga dan tetangga, sahabat, dan handai taulan.
  • Menghormati dan menaati aturan-aturan yang dibuat.
  • Membantu dan menolong sesama yang membutuhkan.

Dalam menciptakan kerukunan akan selalu terdapat hambatan, rintangan, dan tantangan, antara lain dikarenakan adanya:
a. Keterbatasan komunikasi antarmasyarakat.
b. Keanekaragaman kepentingan.
c. Berbagai ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Mengapresiasi Sikap Terbuka Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: