Macam-Macam Ideologi di Dunia , Penjelasan dan Ciri-Cirinya Lengkap

Posted on

Setiap negara memiliki paham ideologi sendiri-sendiri. Setiap Negara mempunyai peran penting di dalam sistem ideologi guna mengatur warga negara dan untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Salah satu fungsi dari ideologi yaitu sebagai kekuatan yang mampu memberikan semangat yang mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.

Ideologi sendiri merupakan suatu gagasan atau ide. Ideologi dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu. Secara umum, ideologi diartikan sebagai sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggora masyarakat.

Dalam setiap negara memiliki paham ideologi masing-masing, perbedaan ini terjadi karena setiap negara memiliki perbedaan pandangan dalam menilai suatu kebenaran serta latar belakang sejarah yang berbeda. Berikut ini www.pelajaransekolahonline.com , akan memberikan informasi tentang macam-macam ideologi yang berlaku di dunia, antara lain

1. Liberalisme
Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kebebasan individu sebagai pangkal kebahagiaan hidup. Ideologi liberalis diperkenalkan di Indonesia oleh orang-orang Belanda yang mendukung perjuangan bangsa Indonesia. Dan Paham liberal ini dikembangkan oleh organisasi-organisasi politik di Indonesia seperti Indische Partij.

Ciri-ciri ideologi, antara lain sebagai berikut.

  • Bidang ideologi : menerapkan paham sekuler
  • Bidang politik : dikenal adanya partai oposisi
  • Bidang ekonomi : sistem ekonomi kapitalis, perekonomian diserahkan kepada perseorangan.
  • Bidang sosial budaya: anggota masyarakat cenderung individualis.

2. Sosialisme atau Komunisme
Sosialisme adalah merupakan suatu paham yang menghendaki segala sesuatu itu harus diatur bersama, dan hasilnya pun harus bersama-sama pula. Dengan menggunakan cara itu, tidak akan terjadi satu pihak yang sangat berlebihan dan dilain pihak pihak sangat kekurangan. Maka dengan begitu lahirlah semboyan “sama rata sama rasa”.
Lalu kemudian sosialisme dikembangkan oleh Karl Max dan Friedrich Engels. Dan ajaran Karl Marx kemudian terkenal dengan nama Marxisme atau Wetenschppelijk Sosialisme (sosialisasi yang bersifat ilmu pengetahuan). Karl Marx selanjutnya menyebut ajarannya itu sebagai komunisme dan pengikutnya disebut dengan komunis. Ideology komunisme di Indonesia diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh Sneevliet, yakni seorang pegawai perkeretaapian yang berkebangsaan Belanda. Ideologi komunisme ini diwujudkan dalam pembentukan organisme yang bernama Indische Social Democratis The Vereeniging (ISDV).

Ciri-ciri ideologi komunis, adalah sebagal berikut.

  • Bidang politik : politik bersifat tertutup hanya ada satu partal yang berkuasa yaltu partai
    komunis, rakyat hanya sebagai objek negara.
  • Bidang ekonomi : sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekoriomi etatisme.
  • Bidang sosial budaya : tidak percaya adanya Tuhan, masyarakat hanya mengenal satu kelas
    sosial.

3. Kapitalisme
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Adam Smith adalah tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya. Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.

Ciri-Ciri ideologi Kapitalisme sebagai berikut

  • Kebebasan warga negara dijunjung tinggi. Warga negara bebas melakukan apa saja asalkan tidak melanggar tertib hukum.
  • Negara hanya bertindak sebagai pengawas jalannya tertib hukum.
  • Pada kapitalis monopolis mengesampingkan nilai-nilai agama sehingga melahirkan sekulerisme (paham yang memisahkan agama dengan negara).

4. Fasisme
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara.
Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis, yang berarti seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fascis ini merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah. Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman

ciri-ciri ideologi fasisme adalah sebagai berikut:

  • Pemerintahan bersifat otoriter dan totaliter.
  • Sistem pemerintahan satu partai.
  • Negara dijadikan alat permanen untuk mencapai tujuan negara.
  • Mempercayai adanya perbedaan antara orang yang memerintah dan yang diperintah, antara elite dan massa.
  • Membenci kemerdekaan berbicara dan berkumpul.

5. Anarkisme
Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan.
Secara spesifik pada sektor ekonomi, politik, dan administratif, Anarki berarti koordinasi dan pengelolaan, tanpa aturan birokrasi yang didefinisikan secara luas sebagai pihak yang superior dalam wilayah ekonomi, politik dan administratif (baik pada ranah publik maupun privat).

6. Pancasila
Pancasila sebagal dasar negara, mempunyai kekuatan mengikat secara hukum, sehingga semua peraturan hukum/ketatanegaraan yang bertentangan dengan Pancasila harus dicabut. Perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dalam bentuk peraturan perundang-undangan bersifat imperatif (mengikat) bagi penyelenggara negara, lembaga kenegaraan, lembagakemasyarakatan, warga negara Indonesia di manapun berada, dan penduduk di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam tinjauan yuridis konstitusional, Pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam Tap MPR No. XVIII/MPRJ1 998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI No. II/MPRI1 978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Ketetapan tersebut menyatakan bahwa Pancasila seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 adalahdasar negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.

Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Ciri-ciri ideologi Pancasila, antara lain sebagai berikut.

  • Bidang politik : politik berdasarkan demokrasi Pancasila.
  • Bidang ekonomi : sistem ekonomi yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh
    rakyat.
  • Bidang sosial budaya : pola kehidupan sosial adalah kekeluargaan dan kegotongroyongan.

7. Demokrasi
Secara luas demokrasi diartikan sebagai suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, dan untuk rakyat. Dan kata demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “demos” yang artinya rakyat dan kata “kratos” yang artinya pemerintahan. Ada beberapa macam praktek demokrasi yang dilaksanakan diberbagai Negara saat ini, yakni demokrasi parlementer, demokrasi dengan sistem pemisahan kekuasaan, serta demokrasi yang melalui referendum dan inisiatif rakyat.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Macam-Macam Ideologi di Dunia , Penjelasan dan Ciri-Cirinya Lengkap. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.