karya tulis

Cara Melengkapi Karya Tulis Dengan Daftar Pustaka Dan Membuat Catatan Kaki

Posted on

Karya Tulis

Penyusun karya tulis atau karangan harus mencantumkan sumber (referensi) dari data yang diambilnya. Sumber-sumber (referensi) tersebut disatukan dalam daftar pustaka. Daftar pustaka (bibliografi) biasanya diletakkan pada akhir sebuah karya tulis ataupun karangan.

karya tulis

Pokok-pokok yang harus dicantumkan dalam sebuah daftar pustaka, meliputi: nama pengarang, judul buku, dan data publikasi.

Data publikasi meliputi: nama penerbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, dan nomor jilid. Jika referensi diambil dari artikel, perlu dicantumkan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun.

Ketentuan-ketentuan menyusun referensi dalam daftar pustaka sebagai berikut.

  • Buku dengan dua atau tiga pengarang
    Dini, Dahlia dan Sitorus. 2004. Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya.
  • Buku dengan seorang pengarang
    Wiyanto, Asul. 2001. Terampil Pidato. Jakarta: PT Grasindo.
  • Artikel dalam Majalah
    Hidayat, Agus. “Balas Dendam Si Pasang Merah,” Tempo (Mei 2012), him. 92-93.
  • Artikel dalam surat kabar
    Yo7/Jo6. “Pengembang Ancam Kelestarian Sungai di Yogyakarta,” Kompas, 20 Desember 2012, him. 8.

Tanda baca yang digunakan.

1.Tanda koma (,) untuk menandai nama yang dibalik.

2.Tanda titik (.) digunakan di antara nama penulis, tahun terbit, judul.buku, dan nama kota tempat penerbit.

3.Tanda titik dua (:) digunakan di antara kota tempat penerbit dan nama penerbit.

 Perhatikan contoh penyusunan referensi daftar pustaka berikut Ini!

  1. Sugono, Dendy, 2002. Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem. Bandung: Rosdakarya.
  2. —— 1998. Saman. Jakarta: Kepustakaan Populer Indonesia.
  3. (http.//www.depdiknas.go.id diakses 26 Februari 2012)
  4. Februana, Ngarto. 2007. Malaikat di Kancah Perang (resensi buku Asmaraloka karya Danarto). (http://www.geocities.com diakses 15 Mei 2012)

Catatan Kaki

Catatan kaki atau foot note bertujuan sebagai berikut.


  1. Bahan penunjang pembuktian gtau fakta, konsep, analisis, gagasan, maupun pendapat.
  2. Penghargaan kepada penulis buku.
  3. Keterangan pemerolehan informasi untuk memperjelas atau mempertegas masalah dalam buku.

Sebelum penulisan catatan kaki, biasanya ada tanda khusus, seperti penomoran (1, 2, dan seterusnya) atau tanda bintang(*) yang diberikan pada kata atau kalimat dalam tulisan Anda yang membuktikan keterangan atau catatan kaki. Penulisannya ditempatkan agak ke atas setengah spasi dari teks.

Secara umum, catatan kaki terdiri atas unsur-unsur berikut.

Nama pengarang

  1. Ditulis lengkap sesuai urutan biasa, contoh: Prof. Dr. Gorys Keraf.
  2. Jika terdiri atas dua atau tiga pengarang, maka semua nama pengarang dicantumkan, contoh: Drs. Mohammad Arifin, Adi Susanto, S. Pd.
  3. Jika terdiri dari empat nama pengarang atau lebih maka cukup nama pertama yang dicantumkan. Nama kedua dan berikutnya digantikan dengan singkatan at al. (af a//a= dan Iain-lain), contoh. Yoga Alwi. et al.
  4. Jika mengambil rujukan dari sebuah kumpulan (bunga rampai, antologi), maka di belakang nama penyunting akhirditambahkan singkatan ed, (editor) yang dipisahkan dengan tanda koma, contoh: Korie Layun Rampan, ed, dan sebagainya.
  5. Jika tidak ada nama pengarang atau editor, maka catatan kaki dimulai dengan judul buku atau artikel.

Judul buku

  1. Penulisan ditempatkan dalam tanda kutip, contoh: “Kajian Drama.”
  2. Jika kutipan berikutnya masih dari sumber yang sama, maka penulisan judul digantikan dengan singkatan Ibid., Op. cit., contoh: Korie Layun, ed. Ibid. (Jakarta, 2004), hal. 18.

Tempat dan tahun terbit

Ditempatkan dalam tanda kurung dan dipisahkan dengan sebuah koma, contoh: (Jakarta, 2004). Adapun jika menyertakan nama penerbit, maka ditempatkan sesudah nama tempat dan diberi tanda titik dua (:) sebelumnya, contoh: (Jakarta: Grasindo, 2004).

Nomor Halaman

Nomor halaman, ditulis dengan menggunakan singkatan (hal.), contoh: hal. 46. Berdasarkan unsur-unsur di atas, maka urutan penulisan catatan kaki dirhulai dengan penulisan nama pengarang, judul sumber yang dikutip, (nama tempat, nama penerbit, tahun terbit), hal. Contoh: Korie Layun rampan, ed. “Tokoh-Tokoh Cerpen Indonesia”, (Jakarta Grasindo, 2004), hal. 18.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Cara Melengkapi Karya Tulis Dengan Daftar Pustaka Dan Membuat Catatan Kaki. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: