hasil wawancara

Tips/Cara Menjelaskan Hasil Wawancara Tentang Tanggapan Narasumber

Posted on

Dalam wawancara narasumber menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan memberikan gagasan-gagasan yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas. Bagaimana cara Anda mengetahui isi pembicaraan dalam wawancara?

hasil wawancara

Anda dapat mengetahui isi pembicaraan dalam wawancara dengan menyimak dan mencatat pokok-pokok pembicaraan wawancara tersebut. Cara mencatat isi pokok pembicaraan dalam wawancara sebagai berikut.

  1. Menyimak wawancara dengan saksama dari awal hingga akhir.
  2. Mencatat orang yang melakukan wawancara, baik pewawancara maupun narasumber.
  3. Mencatat isi pokok pembicaraan dalam wawancara seperti berikut.
  4. Apa yang dibicarakan atau masalah yang dibahas dalam wawancara.
  5. Tanggapan atau pendapat narasumber.

Tanggapan narasumber dapat berupa pendapat tentang penyebab masalah dan penanggulangan masalah yang dibahas dalam wawancara. Isi pokok wawancara dapat disatukan menjadi rangkuman. Isi pokok wawancara yang telah Anda rangkum dapat diungkapkan kepada orang lain. Caranya, ungkapkan rangkuman pokok wawancara dengan bahasa yang jelas.

Simaklah wawancara berikut beserta uraiannya sebagai bahan pembelajaran Anda!

Dua wartawan VIVAnews, Siti Ruqoyah (S).dan Luqman Rimadi (L) pekan lalu mewawancarai Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (A) mengenai program-program yang ia janjikan, khususnya dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Berikut petikan wawancaranya.

S : Apa yang akan Anda lakukan pertama kali setelah dilantik?


A : Sebetulnya kami sudah memberi nomor handphone kepada warga, supaya jelas kalau ada pengaduan kami langsung turun. Kami benar-benar akan bekerja sama dengan RT/RW dan kelurahan.’
Kami sudah sepakat dengan Pak Jokowi akan mengubah sistem agar mudah menjalankan program. Yang jelas dalam 100 hari pertama ini masyarakat harus bisa merasakan kemudahan jaminan kesehatan, pendidikan, dan perizinan, termasuk juga tranparasi anggaran.

S : Selain itu, program apa lagi yang mendesak dalam 100 hari kerja?

A : Kami dalam waktu dekat akan menghubungi Bogota, negara pertama yang merancang busway. Ini semua agar busway punya satu sistem. Bukan cuma GPS yang bisa mengetahu lokasi bus, tapi juga pembagian penumpang. Jadi, tak ada bus yang kosong dan yang penuh sesak. Kami juga merancang tambahan 100 unit bus supaya warga DKI yang punya mobil bisa merasakan betul fungsi busway.
Dalam kemacetan, selain Transjakarta, kami juga akan bekerja sama dengan kepolisian. Karena kepolisian ini penting, misalnya kami akan membuat yellow box. Ini untuk mengurangi sumbat kemacetan. Kami ingin dalam 100 hari warga DKI merasakan sesuatu yang lain.

S : Bagaimana dengan masalah banjir?

A : Masalah banjir itu ada dua, pantai utara dan wilayah selatan. Kami selesaikan semua. Perumahan Pantai Mutiara (di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara) bisa menahan rob, mengapa di Muara Baru dan Muara Angke tidak bisa. Ini bisa dibuat tanggul dan dipasang pompa. Kemudian wilayah selatan, perlu dibuat banyak setu karena sekarang sudah hilang. Pak Jokowi terkenal dengan komunikasi sosial yang baik, nah kami akan kerja sama dengan Bogor. Di bagian hulu sungai akan kami membeli dan membuat kawasan hutan untuk menahan air. Ini juga menguntungkan mereka.

L: Apa Anda bersedia mundur jika tidak dapat memenuhi janji yang sudah dilontarkan?

A: Kalau kami mundur ya kami malu, itu yang Pak Jokowi katakan. Lebih baik kami tidak terpilih daripada kami terpilih tetapi tidak memenuhi harapan warga DKI.

L: Pak Fauzi Bowo mau jadi penasihat gubernur dan wakil gubernur terpilih, bagaimana tanggapan Anda?

A: Kami memang mau meminta beliau begitu, jadi seluruh gubernur DKI yang masih sehat seperti Pak Sutiyoso dan Pak Fauzi Bowo akan kami libatkan supaya lebih cepat. Bertiga atau berlima akan lebih cepat daripada sendiri. Kalau ini digabung pasti akan cepat mewujudkan Jakarta Baru. Beliau sudah ditelepon Pak Jokowi dan bersedia.

L:  Setelah dilantik nanti, apakah Anda memberi pengarahan khusus kepada keluarga, misalnya agar mereka tidak ikut-ikutan dalam tender proyek-proyek di DKI?

A: Soal keluarga saya sudah wanti-wanti dari awal. Tidak perlu ngomong lagi ke mereka, karena mereka sudah tahu tabiat saya kerasnya seperti apa.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Tips/Cara Menjelaskan Hasil Wawancara Tentang Tanggapan Narasumber. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: