pengambilan resiko

Penjelasan Pengambilan Resiko Pribadi Dan Tipologi Pengambil Resiko

Posted on

Dengan bertambah besarnya suatu perasahaan, makin bertambah banyak dan ruwetlah persoalan. Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan menghendaki seorang wirausaha untuk tidak takut men¬gambil keputusan dan bersedia menerima risiko-risiko tertentu. Kebanyakan orang takut mengambil risiko karena mereka ingin aman dan mengelakkan kegagalan. Namun, semua tahap pekerjaan pasti mengandung risiko. Wirausaha juga harus bisa bekerja di bawah tekanan-tekanan dari suatu kondisi. Mereka juga harus mengerti bahwa kemungkinan gagal selalu ada.

pengambilan resiko

Pengambilan Risiko Pribadi

Pengambilan risiko merupakan hal yang hakiki dalam merealisasikan diri sebagai wirausaha. Pengalaman mengambil risiko dalam hubungannya dengan keluarga, teman, dan tetangga akan membantu seseorang memperoleh pengalaman untuk menilai kemungkinan-kemungkinan, mengambil risiko seperlunya, dan menghindari risiko yangkecil keuntungannya.

Pengambilan risiko dalam hidup pasti mempertimbangkan peristiwa masa lampau perhatian untuk masa depan, dan keinginan untuk hidup di masa sekarang. Jika seseorang tidak bersedia mengambil risiko, ia tidak akan dapat mewujudkan harapannya. Perkembangan karakter dan profesionalisme seseorang datang dari kehidupan pada masa sekarang dan sikapnya dalam mengambil risiko untuk mencapai tujuan di masa depan.

Seorang wirausaha harus sadar bahwa kemajuan berasal dari pemanfaatan peluang masa sekarang. Beberapa risiko terpenting yakni risiko yang membawa wirausaha belajar mengenai sesuatu yang baru bagi dirinya. Situasi yang mengandung risiko pribadi harus menantang kemampuan wirausaha untuk bersungguh-sungguh. Jangan meremehkan nilai diri karena tidak tertutup kemungkinan seorang wirausaha mampu mencapai hasil jauh lebih besar daripada yang telah dicapai sekarang. Pengambilan risiko merupakan bagian penting dalam pertumbuhan pribadi, juga berguna dalam menjalankan kegiatan bisnis.


Memikul tanggung jawab pribadi atas tindakan sendiri dapat mengurangi ketergantungan wirausaha pada orang lain. Wirausaha merupakan orang yang bertanggung jawab. Mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentukan masa depannya sendiri. Apabila setiap tindakan seseorang menjadi tanggung jawab orang lain, hal ini berarti peran orang tersebut atas masa depannya sendiri kecil. Ia tidak dapat hidup seutuhnya karena tidak mampu memikul tanggung jawab pribadi atas perbuatarinya sendiri. Suatu risiko akan timbul ketika seseorang menerima tanggung jawab atas keputusan dan tindakannya sendiri.

Mungkin sulit untuk memisahkan antara tujuan pribadi dan tujuan bisnis karena perusahaan merupakan bagian dari hidup seseorang. Jangan mengambil risiko yang terlalu besar dari apa yang’ dapat ditanggungnya. Ini merupakan peringatan karena pada saat tertentu seseorang tergoda untuk mempertaruhkan semuanya demi satu ide.

Sebagai seorang wirausaha, jangan mengambil risiko yang tidak perlu. Seorang wirausaha harus dapat menguasai emosinya. Mereka hanya akan mengambil risiko jika perkiraan keuntungan yang akan diperolehnya sama atau lebih besar daripada risiko yang terkandung. Tugas pertama wirausaha yaitu memutuskan suatu tujuan yang cukup penting untuk membuktikan risiko tersebut.

Dalam beberapa hal, seorang wirausaha harus menggunakan intuisinya dalam menilai tindakan yang mengandung risiko. Intuisi juga akan ikut menentukan sampai sejauh mana risiko dan hasil yang mungkin diperoleh. Faktor penting lainnya bagi seorang wirausaha, seperti bakat, kemampuan, serta pengalaman masa lalunya sendiri.

Tipologi Pengambil Risiko

Tipe pengambil risiko sedikit banyak dipengarahi oleh orang lain, pengalaman masa lalunya, situasi yang dihadapi sekarang, serta harapan terhadap masa depan. Di dalam bisnis dibutuhkan berbagai tipe pengambil risiko.

Pada organisasi tingkat bawah, dibutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalam melaksanakan hal-hal rutin dan berisiko kecil. Para pekerja perusahaan termasuk pengambil risiko tipe ini. Perilaku mereka dapat diramalkan dan membawa kestabilan organisasi.

Pada tingkat manajemen menengah, terdapat lebih banyak kemungkinan untuk mengambil risiko. Manajer tingkat menengah harus mendapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedur serta fungsi. Orang ini dapat dianggap sebagai pengambil risiko, namun dampak keputusan mereka atas keseluruhan organisasi harus minim. Para wirausaha yang berada pada tingkat teratas dalam struktur organisasi, mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif. Agar berhasil dalam bisnis, wirausaha harus mengambil risiko dalam mewujudkan ide mereka menjadi suatu kenyataan.

Beberapa wirausaha dapat disebut ’’praktis” karena organisasi mereka tumbuh berdasarkan pengendalian dan pengarahan dari wirausaha sendiri. Wirausaha yang praktis berorientasi pada hasil dan cukup yakin terhadap ide-ide mereka. Oleh karena itu, mereka berani menerima risiko demi terlaksananya suatu ide. Mereka cukup praktis untuk menyadari keterbatasan dirinya dan akan membatasi kegiatan mereka sampai pada apa yang mungkin terlaksana saja.

Wirausaha yang kreatif dan inovatif biasanya merupakan pengambil risiko yang sedang-sedang saja. Mereka bersedia menerima perubahan, mencoba berbagai altematif, serta mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang-bidang bisnis baru. Para wirausaha yang sangat inovatif biasanya menjadi pelopor dalam bisnis. Mereka mempunyai ide dan mampu mencari kombinasi orang dan sumber daya lain untuk mewujudkan ide.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Penerapan Komitmen Tinggi Terhadap Peluang Dan Sumber Daya. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: