memanfaatkan kerja prestatif

Memanfaatkan Sikap Bekerja Prestatif Dalam Wirausaha

Posted on

Bekerja prestatif sangat dibutuhkan di dunia bisnis yang serba dinamis. Oleh karena itu, bekerja prestatif dapat dimanfaatkan dalam berbagai kesempatan.

memanfaatkan kerja prestatif

Penerapan Kesempatan Bekerja

Kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang mendesak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh, seperti pendidikan keterampilan, kegiatan kerja, pembangunan industri, pembangunan prasarana, dan pemilihan teknologi. Di samping itu, usaha-usaha untuk memperluas kesempatan bekerja perlu dituangkan dalam program-program kerja yang nyata.

Keterampilan dan keahlian wirausaha perlu ditingkatkan sehingga usaha atau bisnis swasta asing dapat beralih ke tangan para wirausaha Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, sangat diperlukan semangat kerja finggi. Agar dapat mencapai tujuan bekerja secara prestatif, para wirausaha diharapkan melakukan beberapa tindakan, antara lain sebagai berikut.

  1. Aktif, kreatif, serta berpikir kritis. Para wirausaha harus menciptakan sikap bekerja prestatif sehingga dapat mengembangkan daya cipta yang positif.
  2. Kebiasaan mencari kerja harus diubah dengan menciptakan lapangan pekerjaan.
  3. Kebiasaan menunggu harus diubah dengan memberikan pelayanan prima, agar prestasi kerja secara terus-menerus dapat ditingkatkan.

Kepercayaan dan Keberanian Bekerja

Bekerja prestatif perlu dikembangkan dalam berbagai bidang yang menjurus pada efek- tivitas usaha atau bisnis. Menanamkan perilaku bekerja secara prestatif perlu diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan sebagai berikut:

  1. mengembangkan diri dan berkomitmen;
  2. membina dan mengembangkan cara kerja;
  3. membimbing dan mengawasi cara kerja;
  4. memotivasi pekerja agar bekerja aktif, kreatif, dan inovatif.

Untuk melaksanakan tindakan tersebut, para wirausaha harus memiliki keberanian, keper- cayaan, kesempatan, dan keyakinan terhadap diri sendiri. Oleh karena itu. para wirausaha harus memiliki beberapa kepercayaan dan keyakinan, antara lain sebagai berikut.

  1. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri.
  2. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil pendidikan, kursus, latihan, dan pengalaman dalam bekerja.
  3. Percaya dan yakin akan kemampuannya untuk bekerja secara kreatif dan inovatif.
  4. Percaya dan yakin pada kemampuannya untuk menyelesaikan pekeijaan secara baik.

Untuk mengurangi ketergantungan, semangat dan sikap bekerja yang prestatif perlu diterapkan agar mampu menghasilkan cara kerja yang efektif dan efisien. Hal tersebut harus disertai dengan keyakinan, kemauan, dan keberanian. Beberapa kepribadian yang harus dimiliki untuk menjalankan sikap bekerja yang produktif, antara lain sebagai berikut:


  1. sanggup bekerja keras;
  2. menghilangkan kebodohan;
  3. menghilangkan kemiskinan;
  4. menghilangkan kemalasan;
  5. menginginkan kesejahteraan yang lebih baik.

Sikap Bekerja yang Baik

Wirausaha yang ingin maju pasti akan bekerja secara efektif dan efisien. Keinginan untuk maju membutuhkan kreativitas dari wirausaha sendiri. Efektivitas dan efisiensi bekerja mendorong adanya wirausaha yang ingin terus berprestasi. Keinginan untuk maju sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek kOmpetensi seorang wirausaha.

Kompetensi wirausaha bergantung pada beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.

  1. Dilligence (kerajinan, kerja keras).
  2. Dedication (pengabdian).
  3. Integrity (keutuhan, watak).
  4. Responsiblenness (rasa tanggungjawab).
  5. Carefullness (kehati-hatian).
  6. Versatility (keserbabisaan).
  7. Innovativeness (daya pembaharuan).
  8. Cooperativeness (semangat kerja sama).
  9. Eageerness to learn besides skill fulness (hasrat besar untuk belajar dan kemahiran).

Bekerja prestatif pada jenis pekerjaan apa pun harus dilakukan secara keras serta didasari dengan keberanian dan komitmen yang tinggi. Oleh karena itu, wirausaha yang berpikiran maju akan selalu memegang komitmen. Wirausaha merupakan manusia biasa yang mungkin dapat lalai dalam bekerja. Jika kondisi tersebut dapat dicapai, pekerjaan akan efektif dan efisien serta keinginan untuk maju dalam mengembangkan bisnis dapat berjalan baik. Semua itu kembali kepada kompetensi para wirausaha dalam menjalankan bisnisnya.

Motivasi dalam Bekerja

Secara klasik, orang mengatakan bahwa bekerja sebagai sarana untuk memenuhi kebu- tuhan. Adapun dalam pandangan yang lebih maju mengatakan bahwa bekeija tidak sekadar sebagai sarana, melainkan ada aspek lain yang perlu dipikirkan. Salah satu aspek itu adalah menganggap bekerja sebagai suatu kebutuhan. Untuk dapat bekerja secara prestatif, efektif, dan efisien, seseorang membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan didukung oleh lingkungan.

Suasana bekerja yang harmonis dan adanya hubungan sosial yang baik haras diterapkan secara mampu menggerakkan anak buahnya untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Mengapa hal itu bisa terjadi? Masalah utama yang menjadi penyebabnya adalah wirausaha tersebut belum mampu menerapkan motivasi kepada anggotanya. Menumbuhkan dan menerapkan motivasi termasuk tindakan yang sangat penting.

Untuk memperdalam motivasi dalam bekerja, hendaknya wirausaha memahami hal-hal yang berhubungan dengan masalah kebutuhan hidup. Adapun kebutuhan-kebutuhan para pekerja yang berhubungan dengan masalah motivasi, antara lain sebagai berikut.

  1. Kebutuhan fisiologis, misalnya makan, minum, istirahat, dan tidur..
  2. Kebutuhan akan rasa aman, terbebas dari ancaman fisik dan psikis.
  3. Kebutuhan akan penghargaan (penghargaan akan kemampuan, kompetensi, dan percaya diri).
  4. Kebutuhan akan aktualisasi diri (mengembangkan potensi-potensinya semaksimal mungkin).

Teori kebutuhan tersebut pertama kali dikemukakan oleh Abraham H. Maslow, dan biasanya dikenal dengan nama teori hirarki kebutuhan A.H. Maslow.

Menurat Herzberg orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Sebaliknya, pekerjaan yang kurang disenangi, akan mengurangi rasa kepuasan. Dengan adanya motivasi, orang akan terdorong untuk lebih prestatif, sehingga mampu menghasilkan kegiatan produktif.

Orientasi bekerja akan meningkat sesuai dengan tingkat usaha dan motivasinya. Seorang wirausaha diharapkan dapat belajar dan bekerja dengan cepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Pengetahuan terhadap hasil kerja, akan membantu mengetahui metode kerja yang tidak efektif dan yang efektif. Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dan bemilai di dunia ini, jika tidak didahului oleh kegagalan-kegagalan di dalam usaha. Setiap kegagalan usaha, akan membawa manfaat yang setimpal.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Memanfaatkan Sikap Bekerja Prestatif Dalam Wirausaha. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: