BANJARNEGARA, JATENG, 23/1 - PERAJIN POCI. Seorang perajin menyelesaikan proses pembuatan poci yang terbuat dari tembikar dan biasanya digunakan untuk menyeduh teh, di sentra kerajinan keramik Usaha Karya di Desa Purwareja Klampok, Klampok, Banjarnegara, Sabtu (23/1). Perajin keramik di sekitar wilayah Purwareja Klampok, Banjarnegara, yang merupakan pemasok poci terbesar se Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 30.000 set per bulannya merasa terancam mengadapi persaingan dengan produk China dan meminta pemerintah secepatnya mengatur regulasi yang melindungi industri tersebut. FOTO ANTARA/Idhad Zakaria/ss/NZ/10

Faktor Faktor Pendorong Tumbuhnya Jiwa Kewirausahaan

Posted on

Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa di lingkungan masyarakat banyak terdapat pengangguran yang membutuhkan pekerjaan. Padahal sekarang ini lapangan pekerjaan makin sempit. Bagaimana seandainya Anda hidup di sebuah lingkungan yang tengah menghadapi masalah ekonomi, sementara Anda ingin menciptakan sebuah lingkungan yang lebih entrepreuneuriall?

BANJARNEGARA, JATENG, 23/1 - PERAJIN POCI. Seorang perajin menyelesaikan proses pembuatan poci yang terbuat dari tembikar dan biasanya digunakan untuk menyeduh teh, di sentra kerajinan keramik Usaha Karya di Desa Purwareja Klampok, Klampok, Banjarnegara, Sabtu (23/1). Perajin keramik di sekitar wilayah Purwareja Klampok, Banjarnegara, yang merupakan pemasok poci terbesar se Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 30.000 set per bulannya merasa terancam mengadapi persaingan dengan produk China dan meminta pemerintah secepatnya mengatur regulasi yang melindungi industri tersebut. FOTO ANTARA/Idhad Zakaria/ss/NZ/10

Para wirausaha, terutama enterpreneur bisnis kecil, merapakan bahan bakar yang menggerakkan perekonomian negara. Setiap daerah mengembangkan bisnis sendiri dan saling melengkapi untuk memutar perekonomian negara.
Sungguh mengherankan bahwa makin banyak daerah yang kurang menyadari pentingnya mendorong perkembangan bisnis kecil. Padahal, langkah tersebut mampu memberikan banyak keuntungan. Beberapa keuntungan nyata adanya bisnis kecil yaitu penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sosial. Tetapi ada dua keuntungan lain yang kurang diperhatikan, yakni keuntungan-keuntungan yang muncul dari menggenjot perkembangan bisnis kecil.

Keuntungan pertama adalah mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan. Dengan berjiwa wirausaha memungkinkan orang-orang yang berbakat untuk melakukan upaya terbaik menuju ’’kebaikan publik”. Menciptakan bisnis yang sukses berarti menciptakan bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar atau kebutuhan masyarakat. Kesuksesan para entrepreneur bisnis kecil ini juga turut membantu menyelesaikan persoalan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Mereka turut mendorong tumbuhnya para wirausaha yang lain. Dengan demikian, seorang wirausaha yang sukses akan mampu menggairahkan banyak orang untuk mengikuti jejaknya. Hal tersebut dapat menciptakan perekonomian daerah yang lebih mapan.

Jadi pertanyaan yang utama, bagaimana menciptakan atau mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahan di masyarakat, khususnya melalui bisnis kecil? Ada tiga hal yang dapat dilakukan orang dan masyarakat untuk mendorong perkembangan bisnis kecil, antara lain sebagai berikut.

1. Individualitas dan Entrepreneurisme Perlu Didukung

Banyak tulisan di koran dan tayangan di televisi yang memberikan dorongan kepada orang- orang untuk mengambil risiko yang dibutuhkan guna menciptakan sebuah bisnis. Perlu diingat bahwa pada umumnya bisnis kecil sukses karena ego yang besar.

2. Pengajaran Entrepreneurisme

Ada sebagian entrepreneur yang memiliki bakat sejak lahir, namun banyak juga entrepreneur yang harus diciptakan. Entrepreneurship merupakan sebuah keterampilan yang dapat dipelajari. Misalnya, di rumah para orang tua dapat mengajarkan anak-anak mereka untuk menciptakan bisnis penjualan minuman atau bisnis kecil-kecilan yang lain. Sekolah juga dapat merangsang dan menyiapkan para entrepreneur. Ada banyak program ”entrepreneur muda” yang dapat dikembangkan.

3. Penciptaan Modal

Kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bisnis kecil adalah tempat-tempat di mana uang untuk memulai bisnis tersedia. Kunci untuk menuju perkembangan bisnis yang makin meningkat adalah menciptakan hal-hal yang mendorong entrepreneur. Jika dorongan finansial dan hal lainfiya ada, pertumbuhan bisnis sangatlah mungkin.

Banyak bidang bisnis yang bisa dikembangkan saat ini. Untuk memulai sebuah bisnis, hendaknya
merenungkan lima pertanyaan berikut.

1. Adakah sesuatu yang ingin Anda iakukan dan Anda dapat melakukannya dengan baik?

Sepanjang hidup, seseorang cenderung akan sukses dan berhasil di bidang yang benar- benar disukainya. Richard Branson memulai virgin music, bukan karena dia menganggap musik akan menguntungkan, tetapi karena dia mencintainya. Bill Gates memulai microsoft karena dia suka bekerja dengan komputer. Sebagaimana kata buku, ”Iakukan apa yang Anda suka, uang akan mengalir mengikutinya.”

2. Adakah pasar untuk bisnis itu?

Faktor berikutnya yang perlu diperhatikan untuk memulai sebuah bisnis setelah faktor keahlian dan kecintaan terhadap sesuatu adalah faktor pasar. Betapapun menariknya suatu bidang keahlian, namun jika tidak ada orang yang bersedia membayar keahlian itu maka tidak akan ada bisnis. Jadi, Anda harus realistis karena harus ada sebuah pasar yang bersedia membeli yang Anda tawarkan.

3. Mampukah Anda memulai bisnis ini?

Beberapa bisnis sangatlah murah untuk dimulai, terutama bisnis berbasis rumah, namun ada juga beberapa bisnis lain cukup mahal. Jadi, selain mengambil bisnis yang Anda sukai dan memiliki pasar, Anda harus memastikan bahwa apa pun bisnis yang harus diputuskan adalah bisnis yang mampu untuk memulainya.
Pada awalnya, Anda akan membutuhkan uang yang cukup untuk membuka bisnis dan menghidupi keluarga selama enam bulan. Dari mana para entrepreneur mendapatkan uang macam itu? Dari bank, pinjaman beragunan, kartu kredit, keluarga dan kawan, atau menggadaikan kartu pensiun dan barang.

4. Apa yang membuat bisnis Anda berbeda?

Bisnis Anda harus menawarkan sesuatu yang unik jika hendak menarik pelanggan. Kalau tidak, mereka sudah berbelanja di tempat lain. Mengapa mereka harus memilih untuk membeli dari Anda? Anda harus menawarkan kualitas yang lebih baik, harga yang lebih murah, lokasi yang lebih nyaman, pelayanan yang lebih baik, serta produk yang unik.

5. Dapatkah Anda mencetak keuntungan?

Apa pun bisnis yang Anda, apa pun produk yang Anda jual, Anda harus mampu menjualnya dengan harga yang cukup untuk mencetak keuntungan. Akan tetapi, harganya juga cukup rendah agar dapat dibeli orang. Ini bukanlah tugas yang mudah. Mengapa begitu banyak toko di kawasan mall mewah gulung tikar? Karena, sekalipun mereka punya konsep yang bagus, biaya overhead mereka seringkali terlalu tinggi. Jadi, sebelum terjun ke dunia bisnis, berhitunglah lebih dahulu!

Jadi, hal pertama yang harus ditandaskan sebelum memulai suatu usaha adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan modal utama yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan usaha yang akan dikembangkan. Persaingan di pasar tenaga kerja makin ketat, orang yang ingin maju dan berhasil hendaknya tidak menggantungkan diri untuk mencari kerja, tetapi harus berusaha untuk menciptakan sebuah pekerjaan.
Untuk memulai suatu bisnis setidaknya ada beberapa hal yang harus diingat:

Pertama, fokuskan diri pada apa yang ingin dilakukan. Pastikan bahwa dengan membuka usaha sendiri akan mampu menghidupi keluarga.

Kedua, latihlah kekuatan diri setiap hari. Menurut para ahli, bakat saja tidak menjamin keberhasilan seseorang. Bakat harus diiatih secara kontinu. Belajar untuk berwirausaha secara kecil-kecilan sejak dini sangat membantu mental seseorang di masa yang akan datang.

Ketiga, lupakan kelemahan-kelemahan diri yang bisa menghalangi. Suatu kesalahan besar, jika seseorang percaya bahwa kekuatan diri akan muncul dengan menyia-nyiakan banyak waktu.

Keempat, carilah mitra atau partner pelengkap. Beberapa kekuatan dalam diri akan muncul jika dikombinasikan dengan kekuatan orang lain yang sesuai. Untuk itu, carilah teman yang bisa diajak bekerja sama mengembangkan bisnis. Dengan menejemen yang baik, kemitraan akan mampu menghasilkan suatu kerja sama yang saling menguntungkan. Perlu diingat bahwa saat melakukan kerja sama hendaknya berusaha mengurangi konflik dan berusaha saling terbuka dalam berkomunikasi.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan dalam melakukan bisnis adalah berani menghadapi risiko. Risiko tertinggi dalam bisnis adalah kegagalan (kebangkrutan). Jika gagal, jangan terhanyut hanya dalam kesedihan. Mulailah dari awal lagi. Pada zaman yang makin ketat persaingan bisnisnya, seseorang harus menjadi orang yang ulet dan pandai memanfaatkan kesempatan.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Faktor Faktor Pendorong Tumbuhnya Jiwa Kewirausahaan. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: