erosi tanah

Erosi Tanah – Jenis, Faktor Penyebab, Pengaruh dan Cara Penanganannya

Posted on

Penjelasan Terlengkap Tentang Erosi Tanah – Jenis, Faktor Penyebab, Pengaruh dan Cara Penanganannya

Tanah merupakan salah satu sumber daya alam utama selain air yang dapat diperbarui. Akan tetapi, tanah sangat mudah mengalami kerusakan atau degradasi.

Sifat tanah yang dinamis selalu mengalami perubahan-perubahan, baik segi fisik, kimia, maupun biologinya. Perubahan-perubahan tersebut terjadi terutama karena pengaruh berbagai unsur iklim. Namun, ada pula perubahan tanah yang terjadi karena tindakan manusia.

Kerusakan tubuh tanah akibat berlangsungnya perubahan-perubahan yang berlebihan hingga melenyapkan lapisan tertentu dikenal dengan istilah erosi.

Erosi Tanah

Erosi tanah adalah proses pengikisan lapisan tanah oleh tenaga air. Erosi dapat terjadi di mana saja, terutama di daerah yang tidak memiliki vegetasi sebagai penutup lahan.

Terjadinya erosi mengakibatkan hilangnya lapisan tanah paling atas yang banyak mengandung unsur hara organik dan mineral, tetapi sangat tipis.

Terjadinya erosi diawali dengan pemecahan bongkah-bongkah batuan menjadi butiran- butiran yang lebih kecil oleh tenaga pengangkut, kemudian pemindahan butir-butir batuan tersebut, dan akhirnya pengendapan butir-butir batuan ke tempat-tempat yang lebih rendah.

Jenis Erosi Tanah

Erosi tanah oleh tenaga air terdiri atas empat jenis, yaitu erosi percik, erosi lembar, erosi alur, dan erosi parit.

a. Erosi Percik (Splash Erosion)
Erosi percik adalah proses pengikisan tanah yang terjadi akibat adanya percikan air hujan. Percikan tersebut menyebabkan partikel-partikel tanah menjadi hancur dan kemudian diendapkan di tempat lain.

b. Erosi Lembar (Sheet Erosion)
Erosi lembar adalah proses pengikisan lapisan tanah paling atas dan tipis sehingga ketebalan tanahnya berkurang.

c. Erosi Alur (Rill Erosion)
Jika proses erosi lembar terus berlangsung, pengikisan tanah pada saat air mengalir mengakibatkan terjadinya alur-alur yang searah dengan kemiringan lereng daerah tersebut.

d. Erosi Parit (Gully Erosion)
Proses erosi parit sama dengan erosi alur, namun saluran-saluran yang terbentuk pada erosi par: lebih dalam. Erosi parit umumnya terjadi di daerah-daerah berlereng terjal.


Faktor Penyebab Erosi

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi erosi adalah iklim, tanah, topografi, vegetasi, dan campur tangan manusia.

a. Iklim
Faktor iklim yang besar pengaruhnya terhadap erosi tanah adalah hujan. Tenaga yang dimiliki oleh butir-butir hujan mengikis permukaan tanah, kemudian menghayutkan melalui aliran permukaan. Tingkat erosi tanah yang dihasilkan bergantung pada jumlah dan intensitas curah hujan.

b. Tanah
Faktor tanah yang mempengaruhi erosi adalah sebagai berikut.

  • Tekstur tanah, yaitu perbandingan antara jenis liat, lempung, dan pasir.
  • Struktur tanah, yaitu susunan butir-butir tanah yang terdiri dariTiat, lempung, dan pasir.
  • Infiltrasi, yaitu proses masuknya atau meresapnya air ke dalam tanah melalui permukaan tanah secara vertikal.
  • Kandungan bahan organik, yaitu banyaknya bahan organik dan humus sehingga menentukan struktur tanah dan daya tahan air tanah.

c. Topografi
Topografi adalah bentuk kemiringan dan panjang lereng yang dapat menentukan laju aliran air di permukaan. Pada lahan datar percikan air melemparkan partikel tanah ke segala arah, sedangkan pada lahan miring partikel tanah banyak yang terlempar ke arah bawah sesuai dengan kemiringan lereng.

d. Vegetasi
Vegetasi penutup lahan antara lain berfungsi menahan jatuhnya air hujan langsung ke tanah dan menahan kecepatan aliran permukaan.

e. Campur Tangan Manusia
Kegiatan manusia yang kurang bijaksana dalam mengelola hutan dan mengolah lahan berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, terutama terjadinya erosi. Penebangan hutan secara liar merupakan contoh yang sangat umum hingga saat ini.

Pengaruh Erosi Terhadap Kesuburan Tanah

Erosi tanah dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah. Ciri-ciri penurunan tingkat kesuburan tanah antara lain terjadinya penghanyutan partikel tanah, perubahan struktur tanah, penurunan kapasitas infiltrasi, serta perubahan profil tanah.

Mengurangi dan Mencegah Kerusakan Tanah

Kerusakan tanah dapat dikurangi dan dicegah melalui suatu upaya yang disebut konservasi tanar. Konservasi tanah adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap tanah secara teratur guna mengurang dan mencegah kerusakan tanah dengan cara pelestarian.

Di dalam konservasi tanah yang dilakukan adalah menggunakan tanah berdasarkan kemampuann dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar tanah tidak rusak dan tetap produktif. Oleh karena itu, strategi dalam konservasi tanah harus mengarah pada ketentuan sebagai berikut.

  • Melindungi tanah dari hantaman air hujan dengan penutup permukaan tanah.
  • Mengurangi aliran permukaan dengan meningkatkan kapasitas infiltrasi.
  • Meningkatkan stabilitas agregat tanah.
  • Mengurangi kecepatan aliran permukaan dengan meningkatkan kekasaran permukaan lahan.

Metode konservasi tanah dilakukan dengan 3 cara, yaitu konservasi secara agronomis, mekanis, dan kimiawi.

  • Konservasi secara agronomis adalah konservasi dengan memanfaatkan vegetasi (tanaman) dan sisa tanaman untuk mengurangi laju perusakan lapisan tanah paling atas.
  • Konservasi secara mekanis adalah konservasi tanah yang prinsipnya berupayamiengurangi banyaknya tanah yang hilang akibat erosi. Contohnya adalah pembuatan guludan dan terasering.
  • Konservasi secara kimiawi adalah konservasi tanah dengan memanfaatkan bahan-bahan kimia.Konservasi kimiawi bertujuan untuk memperbaiki kemantapan struktur tanah.

Sekian materi yang diberikan seputar¬†Erosi Tanah – Jenis, Faktor Penyebab, Pengaruh dan Cara Penanganannya,¬†semoga dapat membantu dan menambah wawasan para pembaca khusus nya dalam pelajaran Geografi. Semoga artikel ini bermanfaat, sampai bertemu dipostingan selanjutnya…