perencanaan prestatif

Perencanaan Proses Bekerja Prestatif Dalam Wirausaha Terlengkap

Posted on

Pada umumnya, terdapat tiga macam kegiatan dalam merencanakan proses kerja prestatif, yakni sebagai berikut.

  1. Pemanfaatan kegiatan-kegiatan wirausaha, seperti menggunakan waktu, melakukan seleksi penerimaan tenaga kerja, dan memelihara peralatan kerja.
  2. Aspek bisnis dari kegiatan wirausaha, seperti menyiapkan laporan keuangan bulanan, merevisi anggaran, mengelola arus produksi, serta memasarkan produk.
  3. Pengendalian faktor-faktor ekstemal wirausaha, seperti kebijakan-kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, dan iklim usaha.

perencanaan prestatif

Adapun proses kerja prestatif berkaitan dengan bidang-bidang tertentu, antara lain sebagai berikut.

1. Keahlian dan Keterampilan

Wirausaha yang ingin sukses harus memiliki keahlian maupun keterampilan yang cukup untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, mereka harus memerhatikan kedua aspek tersebut.

  • Bidang Keahlian yang Dimiliki Wirausaha
    Seorang wirausaha yang menjalankan usahanya harus memiliki beberapa bidang keahlian, antara lain sebagai berikut:

    • keahlian bidang teknologi;
    • keahlian pengendalian keuangan;
    • keahlian mengenai risiko persaingan;
    • keahlian mengurus usaha atau manajemen usaha;
    • keahlian menawarkan produk (salesmanship);
    • keahlian menjaga hubungan dengan pelanggan.

Keahlian tersebut merupakan keahlian utama yang diperlukan oleh setiap wirausaha. Setelah menempuh pendidikan dan latihan dalam bidang keahlian tertentu maka dalam praktik usaha atau bisnis, lambat laun cenderung akan menambah keahlian.

  • Jenis Keterampilan yang Dimiliki Wirausaha
    Beberapa keterampilan juga harus dimiliki para wirausaha untuk memperlancar kegiatan bisnisnya. Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki wirausaha, antara lain sebagai berikut:

    • akuntansi dan perpajakan;
    • pengetahuan mengenai survei dan pemetaan;
    • mengetik atau komputer;
    • bahasa lokal dan asing;
    • pengetahuan tentang gambar bangunan;
    • pengetahuan tentang asuransi;
    • pengetahuan hukum;
    • pengetahuan tentang elektronik;
    • pengetahuan perbankan;
    • pengetahuan tentang pariwisata;
    • pengetahuan dan pengembangan cenderamata;
    • keterampilan dalam bidang seni tari, seni suara dan seni lukis/patung.
    • teknik dan organisasi bisnis;
    • pengetahuan tentang jasa boga dan busana;
    • pengetahuan tentang prosedur impor dan ekspor;
    • pengetahuan menembok dan plester.

2. Penggunaan Waktu

Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien, dan menguntungkan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan para wirausaha. Dengan waktu, segala sesuatu dapat terjadi, tetapi tanpa waktu maka tidak ada sesuatu yang akan terjadi. Atas dasar itu, gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab wirausaha ataupun siapa saja.


  • Apakah Anda telah melakukan pembagian waktu menurut yang semestinya?
  • Apakah pengeluaran-pengeluaran yang telah dilakukan tepat sasaran dan tepat waktu?
  • Untuk apa waktu-waktu yang akan datang digunakan?
  • Apakah Anda telah memanfaatkan waktu yang ada?
  • Apakah Anda juga telah membuang waktu dengan sia-sia?
  • Berapa lama Anda menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?
  • Bagaimana Anda membagi waktu agar bermanfaat?

Waktu yang kita terima, bukanlah untuk dihabiskan atau dihambur-hamburkan, tetapi untuk dimanfaatkan. Berikut landasan pokok bekerja secara prestatif, efektif, dan efisien.

  • Kesadaran memanfaatkan waktu yang benar jangan ditunggu sampai hari esok.
  • Kemampuan menyisihkan waktu untuk masa depan adalah menggunakan waktu yang ada sekarang secara efektif dan efisien.
  • Kuasai dan aturlah waktu yang ada secara efektif dan efisien.

Para wirausaha harus dapat memanfaatkan waktu yang relatif pendek. Kemampuan berpikir dan bekerja hanya akan bermanfaat apabila para wirausaha dapat memanfaatkan waktu untuk menghasilkan sesuatu. Para wirausaha dapat memandang waktu sebagai berikut.

  • Waktu adalah organisasi keseluruhan dari aktivitas kegiatan usaha untuk mencapai sesuatu tujuan. Waktu merupakan landasan pokok untuk membuat konsep-konsep dan gagasan-gagasan dalam organisasi bisnis.
  • Waktu adalah suatu kekuasaan yang dimiliki sekarang dan akan menentukan kejadian- kejadian pada masa yang akan datang. Menguas’ai waktu sekarang akan menentukan tujuan usaha selanjutnya. Para wirausaha yang dapat memanfaatkan waktu sekarang tanpa bermalas-malasan akan sukses di dalam bisnisnya.
  • Waktu adalah ukuran untuk menentukan berapa lama hams bekerja hingga meng¬≠hasilkan sesuatu.
  • Waktu adalah ukuran untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang.

Berikut ini beberapa petunjuk untuk menggunakan dan mendayagunakan waktu secara efektif dan efisien.

  • Buatlah perencanaan usaha dan kegiatan yang berkaitan untuk mencapai tujuan. Perencanaan usaha hendaknya memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
    • Menentukan prioritas-prioritas usaha atau bisnis dan kegiatan yang dianggap penting untuk didahulukan. Buatlah perencanaan usaha atau bisnis serta kegiatan- kegiatan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
    • Merenungkan keberhasilan-keberhasilan yang pemah dialami serta faktor-faktor yang menyebabkan keberhasilan tersebut.
    • Merenungi kegagalan-kegagalan yang pemah diderita serta faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan tersebut.
    • Merenungi kegagalan-kegagalan, serta cara-cara mengatasi kelemahan- kelemahan yang menyebabkan kegagalan.
  • Biasakan untuk membagi dan menepati waktu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini akan efektif dan efisien jika menyusun jadwal kegiatan, baik harian, mingguan, maupun bulanan.
  • Sadarilah bahwa waktu sangat berharga. Oleh karena itu, isilah hidup dengan berkarya dan berprestasi. Pemborosan waktu akan menghambat kemajuan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
  • Renungkan hal-hal yang menjadi tujuan dalam hidup. Setelah itu, cobalah untuk merumuskan tujuan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi yang dapat mendorong dan menghambat tercapainya tujuan.
  • Jangan suka menunda pekerjaan. Hal ini akan menjadi kebiasaan.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Perencanaan Proses Bekerja Prestatif Dalam Wirausaha. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Baca postingan selanjutnya: